Badanku sakit. Ototku kaku. Kaki dan tanganku pegal. Hatiku juga lelah.
Tapi otakku berlari dengan kecepatan maksimal. Aku bisa saja menyisihkan waktu untuk bersantai, menyampingkan semua urusan pekerjaan. Tapi otakku tak mau berhenti berlari. Semua hal hadir disana. Setiap kata yang hendak kurangkai mejadi kalimat, setiap pekerjaan yang harus diselesaikan, setiap novel pinjaman yang harus selesai kubaca, setiap cerita yang hadir dari pesan-pesan singkat, setiap asa yang terajut bersama sinar matahari dan tetesan hujan, semuanya menari bersama.
Aku kehilangan arah.
Aku seperti robot yang selalu terisi penuh dengan energi.
Aku, seorang pengelana di dunia, mencari jalan pulang.
#catatanhati di penghujung April 2016, di tengah derasnya hujan yang terdengar dari jendela ruangan kantorku, di dalam kesunyian ruangan karena semua staf sedang pergi istrirahat (dan kurasa mereka terjebak hujan di luar sana), hanya Paulo Coelho yang menemani (sudah seminggu berlalu sejak novel ini kupinjam dari teman dan setengah pun belum selesai kubaca), ahhh..aku ingin pulang ke masa dimana ide dan kreatifitasku dapat menari-nari bersama dengan tanggungjawab pekerjaan... Aku ingin pulang...
Pearaja, 29 April 2016
2016/04/29
2016/01/18
CINTA RAHASIA - DYGTA FEAT GISELLA [LIRIK]
[Dygta]
Maaf kutlah mencintaimu disaatku tlah bersamanya
Sungguh tak bisa ku menghindari rasaku padamu
[Gisella]
Kumohon jangan tinggalkan aku
Tetaplah bertahan untukku
Meski diriku harus menjadi cinta rahasia
Reff:
Berat bila harus melepaskanmu
Hatiku tak sanggup tanpamu
Aku terbiasa denganmu
Kau cinta rahasiaku
Kumohon jangan tinggalkanku
Tetaplah bertahan untukku
Meski diriku harus menjadi cinta rahasia
Reff:
Berat bila harus melepaskanmu
Hatiku tak sanggup tanpamu
Aku terbiasa denganmu
Kau cinta rahasiaku
Kutak ingin kehilanganmu
Hatiku tak sanggup tanpamu
Aku terbiasa dengamu
Kau cinta rahasiaku
Rahasiaku
Rahasiaku
Kau cinta rahasiaku
Maaf kutlah mencintaimu
2015/07/22
ALEXA - BULAN [LIRIK]
Suatu saat aku nanti
Hadirmu ada disini
Bukan saatnya kau lari diriku
Tinggalkan diriku
Bila malam terlewati
Terhempas sepi di hati
Bukan saatnya,
Kumohon padamu kembali untukku
Dan bila malam berganti pagi
Kau yang kutunggu
Kau lah yang kutunggu
Oh bulan
Tolong kau sampaikan salamku untuknya
Di kala malam menanti
Oh bulan
Tolong kau sampaikan salamku untuknya
Di kala malam menanti
Dan bila malam berganti pagi
Kau yang kutunggu
Kau lah yang kutunggu
Oh bulan
Tolong kau sampaikan salamku untuknya
Di kala malam menanti
Oh bulan
Tolong kau sampaikan salamku untuknya
Di kala malam menanti
Oh bulan
Tolong kau sampaikan salamku untuknya
Di kala malam menanti
Oh bulan
Tolong kau sampaikan salamku untuknya
Di kala malam menanti
Menanti...
ALEXA - SATU YANG TERPENTING [LIRIK]
Di setiap ku menangis
Di setiap ku tertawa
Di setiap ku terjatuh
Di setiap ku terbangun
Kau yang slalu ada untukku
Di setiap ku memanggilmu
Di setiap ku memanggil namamu
Hanyalah dirimu...
Wo..oo..ooo (dirimu)
Satu yang terpenting adalah dirimu..
Satu yang terpenting adalah dirimu..
Di setiap ku terhenti
Di setiap ku melangkah
Kau yang slalu ada untukku
Di setiap ku memanggilmu
Di setiap ku memanggil namamu
Hanyalah dirimu...
Wo..oo..ooo (dirimu)
Satu yang terpenting adalah dirimu..
Satu yang terpenting adalah dirimu..
ALEXA - CINTA MELULU [LIRIK]
Gak pernah sempat nulis. Bukan karena kesibukan kerjaan kantor. Tapi lagi senang nonton Running Man di Youtubue. Trus nyampe rumah, pas buka TV ketemu acara TV yang lagi ngundang Alexa. Mereka lalu nyanyi lagu "Pulang". Nyari liriknya, ternyata udah ada yang posting. Lagu baru cuy. Akhirnya, hunting lagu Alexa yang lain dan milih dengar and posting lirik lagu ini (sebelum lagu yang lainnya) karena judulnya "lucu". Lucu??? #abaikan #kapan #posting #liriknya?
Here we go..
Lagu cinta melulu
Kita memang benar-benar Melayu
Suka mendayu-dayu
Lagu cinta melulu
Nada-nada yang minor
Lagu perselingkuhan
Atas nama pasar semuanya begitu klise
Elegi patah hati
Ode pengusir rindu
Atas nama pasar semuanya begitu banal
o..o..oh
Reff:
Oh..oh... Lagu cinta melulu
Kita memang benar-benar Melayu
Suka mendayu-dayu
Lagu cinta melulu
Apa karena kuping Melayu
Kita sukanya yang sendu-sendu
Lagu cinta melulu
u..u..
Atas nama pasar semuanya begitu banal
Back to Reff
Here we go..
Lagu cinta melulu
Kita memang benar-benar Melayu
Suka mendayu-dayu
Lagu cinta melulu
Nada-nada yang minor
Lagu perselingkuhan
Atas nama pasar semuanya begitu klise
Elegi patah hati
Ode pengusir rindu
Atas nama pasar semuanya begitu banal
o..o..oh
Reff:
Oh..oh... Lagu cinta melulu
Kita memang benar-benar Melayu
Suka mendayu-dayu
Lagu cinta melulu
Apa karena kuping Melayu
Kita sukanya yang sendu-sendu
Lagu cinta melulu
u..u..
Atas nama pasar semuanya begitu banal
Back to Reff
2015/06/24
The Paradox of Our Time
The Paradox of our Time (Kontradiksi Nyata Yang Kita Alami Saat Ini)
Catatan: Paradoks artinya sebuah pernyataan yang awalnya tampak bertentangan tapi kemudian, pada pemeriksaan lebih dekat, ternyata masuk akal.
The paradox of our time in history is that we have taller buildings, but shorter tempers; wider freeways, but narrower viewpoints. (Kenyataan dalam sejarah kehidupan kita adalah bahwa kita memiliki gedung-gedung tinggi, tapi kesabaran yang pendek, jalan raya yang lebih luas, tetapi sudut pandang yang sempit).
We spend more, but have less; we buy more, but enjoy it less. (Kita menghabiskan banyak hal, tapi memiliki hanya sedikit; membeli banyak hal, tapi tidak menikmatinya).
We have bigger houses and smaller families; more conveniences, but less time; (Kita memiliki rumah besar tapi rasa kekeluargaan yang miskin; memiliki banyak kenyamanan, tapi tidak pernah berbagi waktu);
We have more degrees, but less sense; more knowledge, but less judgment; more experts, but more problems; more medicine, but less wellness. (Kita memiliki lebih banyak gelar, tetapi logika yang lebih sedikit; lebih banyak pengetahuan, tetapi penilaian kurang; lebih banyak ahli, tetapi lebih banyak masalah; obat-obatan lebih banyak, tetapi kesehatan yang berkurang)
We drink too much, smoke too much, spend too recklessly, laugh too little, drive too fast, get too angry too quickly, stay up too late, get up too tired, read too seldom, watch TV too much, and pray too seldom. (Kita minum terlalu banyak, merokok terlalu banyak, menghabiskan terlalu ceroboh, tertawa terlalu sedikit, menyetir terlalu cepat, marah terlalu cepat, tidur terlalu larut, bangun terlalu lelah, jarang membaca, menonton TV terlalu banyak, dan berdoa terlalu jarang).
We have multiplied our possessions, but reduced our values. (Kita punya banyak barang milik pribadi tapi kita kehilangan nilai-nilai.)
We talk too much, love too seldom, and hate too often. (Kita berbicara terlalu banyak, sedikit mencintai dan banyak membenci).
We've learned how to make a living, but not a life; we've added years to life, not life to years. (Kita sudah belajar bagaimana menciptakan kehidupan, tapi tidak menghidupinya; kita menambahkan setiap tahun kedalam kehidupan, bukan kehidupan dalam setiap tahunnya)
We've been all the way to the moon and back, but have trouble crossing the street to meet the new neighbor. (Kita telah pergi dan kembali dari bulan, tapi kita memiliki masalah untuk menyeberang jalan dan bertemu dengan tetangga baru).
We've conquered outer space, but not inner space. (Kita terus mencoba mengekpslorasi ruang angkasa, tapi melupakan dan merusak bumi).
We've done larger things, but not better things. (Kita telah melakukan sesuatu yang besar, tapi tidak yang lebih baik).
We've cleaned up the air, but polluted the soul. (Kita membersihkan udara tapi menjiwai polusi).
We've split the atom, but not our prejudice. (Kita telah memisahkan atom tapi tidak memisahkan prasangka).
We write more, but learn less. (Kita banyak menulis, tapi sedikit belajar)
We plan more, but accomplish less. (Kita banyak merencanakan, tapi sedikit menyelesaikan).
We've learned to rush, but not to wait. (Kita telah belajar dari kesibukan, tapi tidak belajar untuk menunggu).
We build more computers to hold more information to produce more copies than ever, but have less communication. (Kita membuat banyak komputer untuk menghimpun dan memperbanyak informasi tapi kita kehilangan komunikasi).
These are the times of fast foods and slow digestion; tall men, and short character; steep profits, and shallow relationships. (Terlalu banyak makanan 'fast food' tapi pencernaan tetap saja lambat; lebih banyak orang besar tapi berkarakter kecil; banyak keuntungan tapi dangkal hubungan).
These are the times of world peace, but domestic warfare; more leisure, but less fun; more kinds of food, but less nutrition. (Lebih sering terdengar perdamaian dunia tapi juga semakin banyak perang domestik, banyak waktu terluang tapi sedikit kebahagian; lebih banyak macam makanan tapi lebih sedikit nutrisi).
These are days of two incomes, but more divorce; of fancier houses, but broken homes. (Lebih banyak keluarga dengan dua pendapatan tapi lebih banyak perceraian; lebih banyak rumah keren tapi banyak yang 'broken home).
These are days of quick trips, disposable diapers, throw-away morality, one-night stands, overweight bodies, and pills that do everything from cheer to quiet, to kill. (Lebih banyak cara cepat tapi banyak juga popok dibuang, dibuangnya moralitas, kelebihan berat bandan, dan pil- pil yang menenangkan tapi juga membunuh).
It is a time when there is much in the show window and nothing in the stockroom; a time when technology can bring this letter to you, and a time when you can choose either to share this insight, or to just hit delete. (Inilah waktu dimana begitu banyak barang terlihat di jendela tapi tak ada dalam stok; waktu dimana teknologi dapat membawa tulisan ini kepada kita dan waktu dimana kita dapat memilih untuk menyebarkan ini atau menghapusnya.)
A Message by George Carlin
2015/05/29
PASPOR (BUAT BARU & PERPANJANG - ONLINE???)
Hhmm.. Juni depan, ada urusan pekerjaan ke Kepulauan Riau (Batam). Lalu panitia lokal kasih bocoran, kemungkinan akan diajak jalan ke Singapura. Pesannya, supaya gak lupa bawa paspor.
Saya yang udah punya paspor, tentu anteng-anteng aja. Nah, kawan kantor yang akan ikut ke Batam ternyata belum punya. Jadilah saya "memandunya" mengurus paspor.
Saya dulu mengurus paspor itu tahun 2010. Biayanya masih 275-an (48 halaman). Sekarang biayanya 355 rebong. Dulu ada kasir-nya tempat membayar. Sekarang sudah setor langsung ke Bank (BNI) dan pihak Bank akan memberikan bukti pembayaran yang kita berikan ketika pengambilan paspor (3 hari setelah melakukan pendaftaran di Kantor Imigrasi).
Masa berlaku paspor hanya sampai 5 tahun. Dan masih dianggap valid, 6 bulan sebelum masa berlaku habis. Katanyaaa,, jika 2 bulan sebelum masa berlaku habis dan kita kebetulan mau keluar negeri, paspor dianggap sudah tidak berlaku lagi. Jadi, perpanjang sajalah sebelum masuk ke 6 bulan terakhir.
Memperpanjang paspor sama aja prosesnya dengan membuat baru. Biayanya juga sama. Ada informasi kalau paspor bisa pilih antara 24 halaman (sekitar 155 rebong biayanya) atau 48 halaman. Karena saya memperpanjang, jadilah pilihan tetap 48 halaman.
Apa aja yang dibawa?
KTP, Kartu Keluarga (KK), Akte Lahir atau Ijazah (bagi yang belum menikah) ATAU Surat Nikah (bagi yang sudah menikah). Biasanya ada koperasi tempat kita untuk copy berkas-berkas itu (rangkap 1 saja), kadang malah diharuskan fotocopy mesti ke koperasi Kantor Imigrasi tersebut. Namun kemarin, saya sudah fotocopy sebelumnya berkas-berkas tersebut dalam kertas A4 (jangan FLSC/Legal).
Bawalah semua berkas tersebut (berikut dengan aslinya). Di ruangan informasi (ruangan pertama), mereka akan periksa kelengkapan berkas, lalu memberikan kita map beserta formulir yang harus diisi. Setelah mengisi formulir, berkas tersebut kita berikan kepada petugas lain (ruangan kedua - tanya aja petugasnya diserahkan kemana lagi) dan mendapat nomer antrian. Saat nomor antrian kita dipanggil, saat itulah kita akan melakukan perekaman (ulang lagi bagi yang memperpanjang) - foto dan sidik jari -. Setelah itu petugas akan mencetak surat tanda kita telah melakukan perekaman yang didalamnya ada tertulis No. Billing (Bank) untuk kita berikan kepada petugas Bank tempat kita membayar biaya paspor (hhmm,, jadi gak ada istilahmark-up lagi, atau minta tambahan biaya lagi, karena seluruh biaya langsung masuk rekening). Dalam waktu 3 hari, paspor sudah dapat diambil. Bisa dikuasakan ke orang lain dengan cara membuat surat kuasa dan melampirkan fotocopy KTP kita plus surat tanda bukti pembayaran dari Bank tadi.
Oya, untuk KTP tidak bisa diganti dengan SIM. Jadi memang harus pakai KTP.
Nah,, bagaimana dengan mendaftar online? (Mendaftarnya di sini lalu pilih "pra permohonan personal" kemudian isi semuanya). Ternyata gak ada bedanya kalau mendaftar online atau langsung datang tanpa mendaftar sebelumnya (di Kantor Imgirasi Kelas II di daerahku ini tapi ya). Nomor antrian tetap aja sama dengan yang datang tanpa online dulu. Tetap aja harus ngisi formulir lagi (padahal kawanku ini kami daftarkan online lho). Paspornya juga suruh tunggu dalam waktu 3 hari. Huhh..
Yeahh,, begitulah ceritaku di penghujung Mei ini. Tadinya mau nulis tentang drama Korea Spring Waltz. Tapi berhubung kerjaanku banyaaaaaaakkkkk aja, jadi memilih nulis informasi ini. Bye..
Saya yang udah punya paspor, tentu anteng-anteng aja. Nah, kawan kantor yang akan ikut ke Batam ternyata belum punya. Jadilah saya "memandunya" mengurus paspor.
Saya dulu mengurus paspor itu tahun 2010. Biayanya masih 275-an (48 halaman). Sekarang biayanya 355 rebong. Dulu ada kasir-nya tempat membayar. Sekarang sudah setor langsung ke Bank (BNI) dan pihak Bank akan memberikan bukti pembayaran yang kita berikan ketika pengambilan paspor (3 hari setelah melakukan pendaftaran di Kantor Imigrasi).
Masa berlaku paspor hanya sampai 5 tahun. Dan masih dianggap valid, 6 bulan sebelum masa berlaku habis. Katanyaaa,, jika 2 bulan sebelum masa berlaku habis dan kita kebetulan mau keluar negeri, paspor dianggap sudah tidak berlaku lagi. Jadi, perpanjang sajalah sebelum masuk ke 6 bulan terakhir.
Memperpanjang paspor sama aja prosesnya dengan membuat baru. Biayanya juga sama. Ada informasi kalau paspor bisa pilih antara 24 halaman (sekitar 155 rebong biayanya) atau 48 halaman. Karena saya memperpanjang, jadilah pilihan tetap 48 halaman.
Apa aja yang dibawa?
KTP, Kartu Keluarga (KK), Akte Lahir atau Ijazah (bagi yang belum menikah) ATAU Surat Nikah (bagi yang sudah menikah). Biasanya ada koperasi tempat kita untuk copy berkas-berkas itu (rangkap 1 saja), kadang malah diharuskan fotocopy mesti ke koperasi Kantor Imigrasi tersebut. Namun kemarin, saya sudah fotocopy sebelumnya berkas-berkas tersebut dalam kertas A4 (jangan FLSC/Legal).
Bawalah semua berkas tersebut (berikut dengan aslinya). Di ruangan informasi (ruangan pertama), mereka akan periksa kelengkapan berkas, lalu memberikan kita map beserta formulir yang harus diisi. Setelah mengisi formulir, berkas tersebut kita berikan kepada petugas lain (ruangan kedua - tanya aja petugasnya diserahkan kemana lagi) dan mendapat nomer antrian. Saat nomor antrian kita dipanggil, saat itulah kita akan melakukan perekaman (ulang lagi bagi yang memperpanjang) - foto dan sidik jari -. Setelah itu petugas akan mencetak surat tanda kita telah melakukan perekaman yang didalamnya ada tertulis No. Billing (Bank) untuk kita berikan kepada petugas Bank tempat kita membayar biaya paspor (hhmm,, jadi gak ada istilah
Oya, untuk KTP tidak bisa diganti dengan SIM. Jadi memang harus pakai KTP.
Nah,, bagaimana dengan mendaftar online? (Mendaftarnya di sini lalu pilih "pra permohonan personal" kemudian isi semuanya). Ternyata gak ada bedanya kalau mendaftar online atau langsung datang tanpa mendaftar sebelumnya (di Kantor Imgirasi Kelas II di daerahku ini tapi ya). Nomor antrian tetap aja sama dengan yang datang tanpa online dulu. Tetap aja harus ngisi formulir lagi (padahal kawanku ini kami daftarkan online lho). Paspornya juga suruh tunggu dalam waktu 3 hari. Huhh..
Yeahh,, begitulah ceritaku di penghujung Mei ini. Tadinya mau nulis tentang drama Korea Spring Waltz. Tapi berhubung kerjaanku banyaaaaaaakkkkk aja, jadi memilih nulis informasi ini. Bye..
Langganan:
Postingan (Atom)